Konsep Dasar Dari Akuntansi yang Paling Penting Di Pelajari

Konsep Dasar Dari Akuntansi yang Paling Penting Di Pelajari

Akuntansi merupakan salah satu ilmu yang kita butuhkan dalam kehiudpan sehari-hari. Meski tak terlihat, kita kerap tak menyadarinya bahwa sebenarnya kita sudah mengaplikasikan dari konsep dasar akuntansi dalam kehidupan kita. Beberapa manfaat akuntansi yang mungkin belum kita sadari secara penuh antara lain sebagai penyedia informasi pada pihak yang membutuhkan informasi terkait keuangan atau lainya, baik itu pihak manajemen internal maupun pihak eksternal manajmen.


Akuntansi juga berperan penting dalam memberikan manfaat laporan atas keuangan yang bisa digunakan sebagai bahan evaluasi bagi keseluruhan maupun pihak-pihak tertentu saja. Manfaat lainnya dari akuntansi ini adalah sebagai bantuan pencatatan sederhana untuk kebutuhan skala dalam rumah tangga.

Konsep Dasar Akuntansi

Pada dasarnya, semua ilmu memiliki konsep yang mendasari dalam kehidupan masyarakat. Tanpa konsep, hal-hal besar seperti ilmu akuntansi bisa jadi tidak memiliki dasar yang kuat dalam ilmu dan pelaksanaannya. Beberapa konsep dasar tersebut yang melandasi ilmu akuntansi menurut Anthony, Hawkins, dan Merchant, adalah sebagai berikut.

1. Entitas Bisnis (Entity Theory)

Dalam konsep ini, perlakuan akuntansi terhadap suatu perusahaan atau para pembisnis harus berbeda dengan si pemilik entitas. Atau sebagai kepemilikan aset dan kewajiban antara pemilik dan perusahaan tidak boleh disamakan. Menurut Suwardjono tahun (2005), Konsep Entitas Bisnis mengandaikan bahwa sebuah perusahaan sebenarnya sama seperti manusia yang dapat melakukan perbuatan ekonomi maupun hukum. Sebagai konsekuensi dari hubungan antara perusahaan dan pemilik tersebut tidak bisa di campur adukkan.
Meski hubungannya sudah terpisah, tetapi pemilik entitas memiliki hak dan kesempatan atas keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Keuntungan tersebut disebut dengan istilah dividen. Perlu diingat bahwa laba bersih yang dihasilkan perusahaan nantinya tidak langsung mengalir ke kantong pemilik secara utuh. Ada beberapa bagian yang disebut sebagai Laba Ditahan yang berfungsi untuk memastikan operasional perusahaan tetap berlanjut.

2. Pengukuran Uang (Money Measurement Concept)

Uang merupakan alat ukur yang paling umum dan dianggap paling tepat untuk mencatat aktivitas ekonomi. Penyajian dalam akuntansi dengan landasan moneter sebagai tolak ukur terbaik menjadikan komunikasi informasi ekonomi dari pembuat ke penerima informasi laporan tersebut agar lebih obyektif. Laporan akuntansi tersebut yang ditampilkan dengan satuan moneter negara setempat ini juga berfungsi sebagai dasar pengambilan dalam keputusan berdasarkan kondisi saat ini dibandingkan dengan tujuan-tujuan perusahaan tersebut.
Mengapa uang dijadikan sebagai standar dalam mencatat aktivitas ekonomi menurut konsep ini? Perlu kita ingat bahwa kita sudah tidak menganut sistem ekonomi barter. Uang memiliki nilai nominal yang sudah jelas, tidak seperti pengukuran nilai menggunakan barang yang sangat berpotensi miss karena sifatnya yang subjektif. Itulah mengapa uang menjadi standar penilaian pokok.

3. Kelangsungan Usaha (Going Concern)

Konsep ini mempercayai adanya statement bahwa sebuah perusahaan diandaikan terus berjalan dalam waktu yang tidak ditentukan. Implikasi dari pemahaman konsep kelangsungan usaha adalah dimana kondisi bangkrut menjadi sesuatu yang aneh dilihat dari sudut pandang konsep ini.

Dimana suatu perusahaan diandaikan bisa bertahan untuk selamanya dan tidak di rencanakan untuk bangkrut atau gulung tikar. Implikasi lain dari konsep kelangsungan usaha adalah perusahaan menjadi yakin untuk beroperasi dalam jangka waktu panjang sehingga mampu menyelesaikan berbagai proyek, mengumpulkan kepercayaan pemegang kepentingan, dan menjalankan berbagai programnya.

Konsep kelangsungan usaha juga memiliki implikasi lain terhadap laporan akuntansi periodik. Karena diandaikan sebuah perusahaan tidak akan mengalami kebangkrutan (alias menghilangkan kemungkinan tak terduga yang terjadi di masa mendatang), terjadinya pemenggalan aliran kegiatan akan berdampak secara keseluruhan periode.

Baca Juga :

4. Dua Aspek Akuntansi

Konsep dua aspek akuntansi ini memetakan dari setiap transaksi dalam dua aspek. Hubungannya kepada penerimaan atas manfaat dan pemberian atas manfaat. Sebagai contohnya, ketika di suatu perusahaan baru saja membeli aset baru berupa mesin produksi, aset tersebut memiliki dua aspek.

Aspek pertama adalah ketika mesin bisa memproduksi barang atau jasa dari yang akan dijual dan menghasilkan sejumlah uang yang disebut sebagai pendapatan dari suatu perusahaan. Sedangkan aspek kedua dari aset ini adalah ketika mesin tersebut melahirkan kewajiban untuk pembayaran bagi perusahaan yang membeli aset tersebut kepada supplier mesin.

5. Kos

Konsep ini lebih banyak digunakan dalam suatu perusahaan hendak menentukan nilai jual dari sebuah aset dan mendapatkan laba dari transaksi tersebut. Karena besarnya laba yang harus diukur secara pasti dan meminimalisir subyektivitas pemberi nilai, akan digunakan dari konsep kos. Maka dalam konsep ini juga dikenal dengan nilai wajar sebagai basis.

Contoh dari penggunaan konsep kos ini adalah ketika seseorang memiliki sebuah aset yang ketika ia beli nilainya atau dengan harga Rp 75.000.000 , padahal mungkin saja nilai itu bukan nilai aslinya dari harga yang sesungguhnya karena barang tersebut merupakan barang secondhand yang dulunya didapatkan dengan harga berkisaran Rp 100.000.000. Maka menurut pencatatan orang tersebut, ia tetap mendapatkan sebuah aset dengan harga Rp 75.000.000.

6. Periode Akuntansi

Sebuah bisnis memang harus dan wajib diproyeksikan akan terus berjalan sampai batas waktu tidak ditentukan, bukan berarti konsep waktu tidak penting untuk urusan akuntansi ini. Konsep waktu ini tetap akan digunakan untuk mengetahui hasil operasi dari sebuah perusahaan (yang kemudian disajikan dalam bentuk laporan posisi keuangan).

Pencatatan seperti ini biasanya dibuat dalam periode jangka waktu 1 tahun kalender. Itulah kengapa, dalam akuntansi juga dikenal adanya laporan tahunan dan laporan keuangan. Tanpa periode waktu ini, para akuntansi tidak bisa dijadikan sebagai media penilaian atas kinerja sebuah bisnis dan kita tidak bisa menilai apakah yang sudah dikerjakan telah mencapai target atau masih berada di bawah harapan.

7. Perbandingan (Matching Concept)

Konsep ini memberikan suatu pemahaman bahwa beban diakui tidak saat pengeluaran sudah dilunasi. Beban akan diakui ketika produk baik barang maupun jasa sudah memberikan kontribusi pada pendapatannya. Misalkan pemerintah menjual sebuah surat obligasi yang senilai Rp 1.000.000 dengan bunga sekitar 12% dan dibayarkan dua kali dalam setahun pada tanggal 1 Januari 2017.

Maka, pada tahun yang sama tanggal 1 Juli harus membayar bunga kurang lebih sebanyak Rp 60.000. Ketika dicatat dalam penjurnalan, akun nya adalah beban bunga. Karena selama 6 bulan terhitung penjualan surat obligasi sudah menikmati manfaat dari aktivitas tersebut.

8. Upaya dan Hasil (Effort and Accomplishment)

Ini hampir sama dengan Konsep Perbandingan yang mengakui beban, dan Konsep Upaya dari Hasil mengakui adanya pendapatan sekaligus manfaatnya belum diberikannya. Misalkan agen asuransi berhasil mendapatkan konsumen baru yang membayar polis langsung lunas dalam satu tahun.
Sejumlah nominal yang mewakili polis 11 bulan ke depan diakui sebagai pendapatan diterima di muka. Meski pihak asuransi belum memberikan manfaat dari polisnya tersebut untuk polis yang sudah dibayar dalam waktu 11 bulan selanjutnya, maka tetapi dari pihak asuransi sudah berhak menganggap uang yang dibayarkan pemegang dari polis sebagai pendapatannya.
Sumbber : dosenakuntansi.com





Konsep Dasar Dari Akuntansi yang Paling Penting Di Pelajari