Terkini, Bandara dan Pelabuhan di Jayapura - Papua Dibuka untuk Penumpang

Terkini, Bandara dan Pelabuhan di Jayapura - Papua Dibuka untuk Penumpang



Pemerintah Provinsi Papua membuka penerbangan dan pelabuhan untuk penumpang.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menjelaskan bahwa nantinya jadwal penerbangan akan diatur. Dalam satu hari hanya boleh ada satu pesawat yang terbang dari dan ke Papua. Ini pun harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang berlaku untuk pencegahan penyebaran corona Covid-19.

“Termasuk dengan kapal laut untuk membawa penumpang akan dibuka. Semua tetap diatur dengan protokol kesehatan,” jelasnya dari Bapak Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dalam rapat bersama Forkompinda Papua di salah satu hotel di Kota Jayapura, Pada Hari Rabu malam 3 Juni 2020.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Ricky Ambrauw menyebutkan saat ini maskapai penerbangan di Papua hanya ada 5 operator penerbangan yakni Garuda, Batik Air, Lion Air, Citilink dan Sriwijaya.

“Jadi, maskapai penerbangan ini akan digilir untuk ke Papua. Dalam satu hari hanya ada 1 pesawat yang singgah dari dan ke Papua. Penerbangan ini dikhususkan untuk penerbangan Jayapura - Jakarta atau sebaliknya, tanpa rute transit,” jelasnya kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Ricky Ambrauw.

Selain itu juga, pengaturan penumpang masuk maupun keluar dari bandara udara akan diatur dengan melibatkan instansi terkait yang ada di Bandar Udara Sentani.

“Mulai dari masuk ke area bandara hingga naik ke pesawat akan diatur sesuai protokol kesehatan. Begitu pun dengan penumpang yang turun dari pesawat,” tuturnya.

Hal yang sama juga diberlakukan pada pembukaan transportasi kapal laut yang dilakukan mulai 8 Juni 2020. Sedangkan transportasi udara dimulai pada 10 Juni 2020.

“Tanggal 8 Juni 2020 akan ada kapal Pelni KM Ciremai yang masuk dan akan dilakukan dengan melaksanakan protokol kesehatan. Salah satunya, KM Ciremai hanya membatasi penumpang 50 persen dari kapasitas yang tersedia,” katanya.

Pembatasan penumpang di kapal atau penerbangan dilakukan untuk menjaga jarak aman antar penumpang, guna pencegahan penyebaran corona.

Dalam rapat pembahasan dan evaluasi pencegahan penyebaran corona yang terdapat di Papua hari ini juga ditetapkan kebijakan relaksasi kontekstual di Papua yang mulai dilakukan 5 Juni 2020.

Relaksasi konstektual yang dimaksud adalah pelonggaran aktivitas yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat. Kebijakan ini dibuat sebelum masuk pada penerapan new normal di Papua.

“Untuk 14 kabupaten/kota yang masih menjadi zona merah penyebaran corona, juga sudah diatur untuk tempat ibadah. Sementara kabupaten yang masuk zona kuning corona tetap menjalankan aktivitas sesuai penerapan dari masing-masing kepala daerahnya,” ujarnya.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terkini, Bandara dan Pelabuhan di Jayapura - Papua Dibuka untuk Penumpang"

Post a Comment

Silahkan sampaikan komentar anda, asal jangan nyepam disini loh yah!